Rabu, 14 September 2011

ada 'ego' di dalam 'bego'



Aku mengganggu katamu?
Mungkin lebih tepat kamu yang selalu buru-buru.
Tidak mau mengaku pada hati kecilmu.

Aku mengganggu katamu?
Barangkali kamu yang pilih sembunyi
Dibalik tembok yang sengaja dibangun tinggi-tinggi.

Aku tidak mengganggu.
Kamu saja yang tidak ijinkan larimu menjadi berjalan
Membiarkan cinta merabamu pelan-pelan
Dan hatimu disentuh sayang. 

Udara selalu tahu, 
Kita ingin bisa mencinta sesederhana itu.
Tapi udara pun tahu
Membuatnya rumit adalah keahlian kita yang baru.

sore oranye. "I'm home..."



Sesuatu di gambar ini membuat saya jatuh hati.

Ini cuma gambar atmosfir sore oranye berhias lampu-lampu kecil.
Tapi semacam ada hembusan hangat di dalamnya.
Dimana kaki-kaki melangkah dengan ringan dan bebas,
dan jiwa yang biasa didikte brief kembali bernafas.  
Dengung mesin komputer dan deadline menguap tiba-tiba,
dan langkahmu adalah langkah-langkah pulang ke rumah.

Itu suatu sore oranye yang hangat.
Dimana cinta dan human touch kembali diingat.

Dan kamu pun sore oranyeku.
Ketika dingin AC kantor berganti adem yang nyaman.
ketika baju formal diganti pakaian santai
ketika sekeliling terasa ringan dan hati melapang.
Dan tak ada yang dipaksakan ketika berucap: 
"Sayang, aku pulang." :)

Sabtu, 10 September 2011

story of six kisses

Ciuman itu gak ada yang bodoh
Yang ada hatimu dibuat menghangat sekaligus menggebu.

Ciuman itu gak ada yang bodoh
Yang ada ialah ciuman yang rasanya mau kau ingat,
dan tetap kau ingat-ingat ketika bangun keesokan pagi.
 
Ciuman itu gak ada yang bodoh 
Yang ada bibirmu sedang diajak menari.
Tanpa petunjuk arah, ayunannya terkoreografi seirama.

Ciuman itu gak ada yang bodoh
Itu rindumu yang sedang rayakan momen berdua.
Di tiap nafas yang bertukar, hatimu merekam setiap aroma.

Ciuman itu gak ada yang bodoh
Yang ada kamu dibuat terkejut,
Seseorang yang begitu pendiam bisa mencium sebegitu hidup.

Ciuman itu gak ada yang bodoh 
Cerita selanjutnyalah yang bikin kamu merasa begitu,
Sempat membiarkan ciuman itu ada, 
Karena selanjutnya kamu beneran jatuh cinta.
  
(Ke 6) Ciuman itu gak ada yang bodoh
Tapi kamu tahu kamu menunggu ciuman ke 'tujuh'
dari seseorang yang membuat kamu tidak ingin ciuman lagi 
dengan si delapan, sembilan, atau sepuluh.


Jumat, 02 September 2011

"you grieve at the level you love"

Nggak, aku nggak nangis.
Aku cuma kelilipan. 

Ada sayang dihempas buru-buru,
Hempasannya tertahan dan kini rasaku beku,
Dan udara yang kuhirup mendadak kelabu.

Nggak, aku nggak nangis
Cuma sedang mencerna suatu sayang
yang tidak pernah disampaikan.

Dan kini rasaku lelah.
Menguap pekat menjadi gerah.
Mengumpul di mata, tumpah, dan pecah..

Rabu, 31 Agustus 2011

doodling at coffee shop

Boleh menciummu lagi?
Takkan lama, cukup sekali saja.

Uh, 'sekali' itu kata yang berbahaya.
Jumlah terkecil yang bisa diminta.
Untuk menolak pun kita suka tak tega.

Tapi kita sama-sama tahu, 
Jumlah selanjutnya mana pernah kita duga.
Siapa dari kita yang bisa janji
Di jumlah ke berapa kita mau berhenti.

Uh, the devil inside my head.
Does your devil want it like my devil wants it?


*Coretanku di sehelai tissue. 
Ah, this coffee shop smells of you.*

Selasa, 30 Agustus 2011

ngoceh part 3: cinta

Hari ini panasnya gak lucu. Berhasil bikin gue jam 11 udah mandi. 
Don't you just love bathroom? It has special effect in giving us glimpses of insight. Mendadak dapat banyak ide pokoknya keluar dari situ. So, here I am, depan komputer, siap menulis, dengan kulit beraroma cocoa. Omong-omong, this new cocoa body butter bikin gue berasa tempting deh. Kalau sudah bersuami, I'm definitley gonna tease him right now: "Hey, hubbyyy, your wife's as mouthwatering as chocolate right now, don't you just wanna lick meeee?"
Eh, gue punya bacaan baru lagi: Antologi Rasa by Ika Natassa. Love her writing style. Damn you writers, you guys always make my heart skips a beat! I have this can't get enough feeling of people who can write smart in a delicious way. 
Gue suka dunia nulis-menulis ini, bukan masalah mau jadi terkenal apa enggak, yang jelas gue mendapati diri gue INGIN untuk 'ngais-ngais permukaannya dan masukin kepala gue sampai dalem, nemuin sesuatu untuk gue explore sampai puas. Semacam bercinta, eh? Well, kalaupun belum bisa bercinta sama laki-laki, gue kan bisa bercinta sama kata-kata. Sepertinya bisa bikin orgasme juga.Small orgasm maybe. But still an orgasm, right?
Btw, apa gak bisa ya gue kerja jadi penulis lirik lagu aja. Lagu-lagu macam Kerispatih, yang galau-galau-najis-tapi-romantis-anjis gitu. Gue lumayan jago kayaknya, hahaa. Dan syukur-syukur gak bikin stres kayak nge-layout print ad, yang pernah saking frustrasinya, gue sampai harus naik ke rooftop kantor dan menelpon teman pada suatu maghrib, cuma untuk teriak-teriak---dan berlanjut ke Black Cat untuk minum dan meracau. Man, I was so fucked up that day! 
Enough with the babbling! Gue harap yang orang-orang bilang itu beneran nyata. That love will find the way. Bahwa cinta gue pada tulisan akan menemukan jalannya.

Senin, 29 Agustus 2011

ngoceh part 1: tangan

Yeay, holiday.
Aha! Ternyata senin tidaklah menjadi 'I hate monday' ketika kita bisa bangun jam 10 siang. So, this is my day off morning ritual: bikin kopi, nyalain komputer, dan menulis. Jadi sepanjang ada kopi dan koneksi internet lancar, I will survive and happy all day long. Dan selama ada telor di kulkas, berarti sudah ada pertolongan pertama pada kelaparan. That's it! My life is so simple. (Dan kurang gizi for sure).
Well, Perahu Kertas udah selesai dibaca semalam. Menarik. Nemu banyak kalimat kontemplatif. Berikut percakapan antara Keenan dan Luhde dari buku Perahu Kertas:
"Kalau Keenan sudah dapat ‘jodoh’-nya, pasti tangannya langsung lancar. | Jodoh? | Setiap pelukis pasti memiliki ‘jodoh’-nya masing-masing. Kalau mereka mau bertekun sekaligus berserah, pasti mereka akan menemukannya. Jadi jangan cepat putus asa. Kadang kanvas kosong juga bersuara. Tanpa kekosongan, siapa pun tidak akan bisa memulai sesuatu. | Luhde, saya benar-benar nggak tahu harus mulai dari mana. Saya bahkan nggak yakin saya bisa melukis lagi. | Anggaplah ini langit (menunjuk kepada kanvas) Sepertinya langit ini kosong. Tapi kita tahu, langit tidak pernah kosong. Ada banyak bintang, bahkan tidak terhingga banyaknya. Langit ini cuma tertutup awan. Kalau Keenan bisa menyibak awan-awan itu, Keenan akan menemukan banyak sekali bintang. Dan dari sekian banyak bintang, akan ada satu yang berjodoh dengan kita. Saya berdoa supaya Keenan cepat menemukan bintangnya." 

'Jodoh' buat tangan saya. 
So that was my prayer too before I went to bed last night.